Oleh: Kanaidi, SE, M.Si.
Pada dimensi Assurance (Jaminan) X3, nilai gap rata-rata dimensi ini sebesar negatif 1,57 menunjukan bahwa kesenjangan antara kinerja yang diberikan dengan harapan pengguna jasa EMS juga masih besar. Ini berarti pengguna jasa EMS belum puas terhadap kinerja yang diberikan PT Pos Indonesia (Persero). Agar terjadi peningkatan kepuasan pengguna jasa EMS sehingga mereka akan tetap loyal, indikator yang masih perlu mendapat perhatian dari manajemen khususnya pada:
- Petugas memiliki pengetahuan tentang cara menangani kiriman EMS.
- Keamanan kiriman EMS terjamin, dan
- Sifat petugas kantor pos yang dapat dipercaya.
Pada dimensi Empathy (Sikap Petugas) X4, terdapat nilai gap rata-rata dimensi ini sebesar negatif 1,34. Ini menunjukan bahwa kesenjangan antara kinerja yang diberikan dengan harapan pengguna jasa EMS masih besar dan tingkat kepuasan pengguna jasa EMS terhadap kinerja yang diberikan PT Pos Indonesia (Persero) baru mencapai 68,55%. Pada dimensi ini terdapat indikator yang kesenjangannya cukup baik dan perlu dipertahankan adalah kemudahan dalam pengiriman di loket EMS dan pelayanan yang diberikan standar dengan tidak membeda-bedakan. Namun masih terdapat indikator yang masih perlu mendapat perhatian dari manajemen agar terjadi peningkatan kepuasan bagi pengguna jasa EMS sehingga mereka akan tetap loyal, yaitu khususnya pada:
- Perhatian petugas secara individual pada konsumen, dan
- Kemampuan petugas memahami kebutuhan khusus konsumen EMS.
hal 99
Informasi Training
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pada dimensi Tangible (Bukti Fisik) X5, terdapat nilai gap rata-rata dimensi ini sebesar negatif 1,26. Ini menunjukan bahwa kesenjangan antara kinerja yang diberikan dengan harapan pengguna jasa EMS masih besar dan tingkat kepuasan pengguna jasa EMS terhadap kinerja yang diberikan PT Pos Indonesia (Persero) baru mencapai 71,07%. Pada dimensi ini terdapat indikator yang kesenjangannya cukup baik dan perlu dipertahankan adalah kerapihan pakaian petugas dalam melayani konsumen dan kondisi fisik gedung Kantor pos yang terawat dengan baik. Namun masih terdapat indikator yang masih perlu mendapat perhatian dari manajemen agar terjadi peningkatan kepuasan bagi pengguna jasa EMS, khususnya pada:
- Peralatan teknologi dan komunikasi yang layak dalam pelayanan EMS,
- Kenyamanan ruang pelayanan.
Dari tabel di atas terlihat bahwa dari kelima dimensi kualitas pelayanan jasa EMS, dimensi yang memiliki kesenjangan terbesar (negatif 1.63), yaitu pada dimensi Responsiveness (daya tanggap), dengan titik penekanan pada indikator sebagaimana tersebut di atas.
Tingkat kesenjangan (gap) antara kinerja dan harapan pengguna jasa EMS dapat dilihat pada gambar berikut ini.
hal 100
Daftar Isi
hal 101
Judul tesis:
PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN (SERVICE QUALITY) TERHADAP LOYALITAS PENGGUNA JASA EXPRESS MAIL SERVICE DI WILAYAH POS BANDUNG RAYA (DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT/QFD) - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Silakan copy artikel-artikel dalam web ini. Yang kami inginkan hanyalah anda memberi credit pada website ini dengan menyebutkan asal artikel dan penulisnya...