Oleh: Kanaidi, SE, M.Si.
(Persero) yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan yang berkaitan dengan kebijakan yang diambil perusahaan.
3.4.1 Metode Pengolahan Data
Dalam suatu penelitian data memiliki kedudukan yang penting karena data merupakan penggambaran variabel-variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Dengan demikian benar tidaknya data sangat menentukan hasil penelitian.
Sifat penelitian ini deskriptif dimana proses analisis data mengikuti beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan data, menyimpan data, hingga interpretasi hasil. Setelah proses pengumpulan data selesai, selanjutnya dilakukan penyiapan data. Tahap-tahap ini meliputi editing data, yaitu mencermati setiap kuesioner dan mentabulasikan masing-masing jawaban ke dalam spread sheet.
Kuesioner sebagai salah satu instrumen pengumpulan data merupakan penjabaran dari indikator variabel. Sebelum digunakan untuk mengumpulkan data di lapangan, kuesioner yang akan digunakan terlebih dahulu diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya. Validitas menunjukan sejauhmana instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur, sedangkan reliabilitas menunjukan kepada sejauhmana instrumen pengukur dapat dipercaya atau dihandalkan (Sugiyono, 1998:97; Masri Singarimbun dkk, 1995:124 - 140; Uma Sekaran, 2000:197 - 210).
Pengujian instrumen dilakukan terhadap 30 responden pengguna jasa Express Mail Service (EMS) di wilayah pos Bandung raya yang dipilih secara acak (Harun Al-
hal 47
Informasi Training
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rasyid, tehnik penarikan sampel dan penyusunan skala, 2001). Setelah instrumen ternyata valid dan realiable, maka barulah dapat digunakan untuk mengumpulkan data di lapangan.
3.4.1.1 Uji Validitas
Sebelum pengumpulan data dilakukan, maka perlu dilakukan uji coba instrumen terlebih dahulu guna mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas, maka dapat diketahui apakah instrumen tersebut layak atau tidak untuk digunakan.
Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan teknik analisis item instrumen, yaitu dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel. Secara statistik angka korelasi yang diperoleh harus dibandingkan dengan angka kritik tabel korelasi nilai r. Teknik korelasi yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment (Djamaludin Ancok dalam Masri dan Sofyan, 1995:137) dengan rumus sebagai berikut:
r= n ? XY - (? X) (?Y) / V{n ? X2 - (? X ) 2}{n ? Y2 - (? Y ) 2}
Dimana:
r = Koefisien validitas item yang dicari
X = Skor yang diperoleh dari subyek dalam tiap item
Y = Skor total item instrument
? X = Jumlah skor dari distribusi X
hal 48
Daftar Isi
hal 49
Judul tesis:
PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN (SERVICE QUALITY) TERHADAP LOYALITAS PENGGUNA JASA EXPRESS MAIL SERVICE DI WILAYAH POS BANDUNG RAYA (DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT/QFD) - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Silakan copy artikel-artikel dalam web ini. Yang kami inginkan hanyalah anda memberi credit pada website ini dengan menyebutkan asal artikel dan penulisnya...