Oleh: Kanaidi, SE, M.Si.
Dari tabel di atas dapat diketahui urutan prioritas perbaikan kinerja kualitas pelayanan EMS dari urutan pertama sampai dengan kesepuluh, yang secara rinci diuraikan sebagai berikut :
1). Adanya Built in Trainning petugas EMS. Terhadap para petugas yang menangani kiriman EMS perlu dilakukan pelatihan khusus, mengenai : cara melakukan perhatian secara individual pada konsumen, cara memahami kebutuhan khusus konsumen, pelayanan yang dapat menjamin keamanan kiriman EMS, kesigapan dan kecepatan dalam melayani pelanggan, keterampilan dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan EMS kepada konsumen, kecepat-tanggapan dalam menangani keluhan pelanggan, pengetahuan tentang cara menangani kiriman EMS, keramahan, murah senyum, dan sopan santun dalam melayani pelanggan.
2) Tersedianya standar pelayanan pegawai Terhadap petugas yang melayani pengiriman EMS perlu ditetapkan untuk selalu berpenampilan rapih dan bersikap ramah untuk dapat menarik perhatian pelanggan dan terampil dalam memberikan pelayanan untuk mendukung terpenuhinya waktu tempuh kiriman pos (WTKP) yang sudah ditetapkan.
3) Tersedianya sarana informasi bagi pengirim EMS. Bagi pengirim EMS perlu tersedianya sarana yang memudahkan pengirim untuk melakukan jejak lacak kiriman, adanya keakuratan keadaan/status kiriman EMS, adanya papan informasi/brosur yang memuat tentang biaya kirim EMS, prosedur pelayanan, dan nama-nama negara yang termasuk dalam jaringan EMS.
hal 131
Informasi Training
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4) Adanya jaminan atas kiriman EMS. Untuk memberikan keyakinan kepada pelanggan jasa EMS perlu lebih ditekankan bahwa kiriman EMS akan dijamin sampai tepat pada waktunya, diserahkan pada orang yang berhak, dan tidak akan rusak/hilang, serta benar-benar dibayarkannya ganti rugi atas kiriman EMS yang rusak/hilang/terlambat.
5) Tersedianya fasilitas khusus untuk pengiriman EMS Khusus untuk pengiriman EMS perlu adanya loket khusus yang terpisah dari loket pelayanan pos lainnya sehingga menambah keyakinan bagi para pelanggan bahwa EMS adalah kiriman prioritas, perlu tersedianya formulir-formulir untuk pengirim EMS dalam jumlah yang cukup di loket Kantor pos, adanya kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan formulir yang akan diisi, dan adanya kemudahan bagi pengirim dalam mengisi formulir yang akan digunakan dalam pengiriman EMS, serta adanya fasilitas jejak lacak kiriman EMS yang setiap saat dan dimana saja bisa diakses oleh pelanggan EMS.
6) Dasar penentuan tarif/biaya pengiriman EMS bervarasi. Tarif EMS bukan hanya ditentukan berdasarkan berat kiriman ke negara tujuan, melainkan untuk kiriman-kiriman EMS tertentu misalnya ukurannya besar tapi timbangannya ringan dapat juga tarif/biayanya ditentukan berdasarkan volumetrik.
hal 132
Daftar Isi
hal 133
Judul tesis:
PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN (SERVICE QUALITY) TERHADAP LOYALITAS PENGGUNA JASA EXPRESS MAIL SERVICE DI WILAYAH POS BANDUNG RAYA (DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT/QFD) - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Silakan copy artikel-artikel dalam web ini. Yang kami inginkan hanyalah anda memberi credit pada website ini dengan menyebutkan asal artikel dan penulisnya...