Tips Membaca Laporan Keuangan Secara Mudah

Oleh: DR. Dwi Suryanto, Ph.D. ( www.pemimpinunggul.com )

Akhir-akhir ini makin banyak tawaran bisnis atau investasi yang hadir dalam hidup kita. Biasanya orang-orang hanya mengandal kepada teman, sahabat, istri, atau orang tua untuk investasi.

Sebenarnya cara yang paling mudah untuk mengetahui keadaan suatu perusahaan adalah dengan melihat laporan keuangan perusahaan itu. Jadi ketika anda ditawari investasi (biasanya bunganya menggiurkan), minta saja laporan keuangan yang mereka miliki. Dengan menghitung rasio sederhana anda akan bisa mengetahui keadaan bisnis investasi itu.

Pertama anda harus perhatikan neraca (balance sheet). Ketika investor akan berinvestasi, mereka akan melihat pada kesanggupan perusahaan itu untuk membayar hutangnya ketika jatuh tempo. Mereka kemudian juga melihat perputaran inventory dan saham (stock) yang dimiliki perusahaan itu.

1) Working Capital (Modal Kerja)

Konsep modal kerja sangat penting dalam analisis laporan keuangan. Modal kerja itu merupakan hasil pengurangan antara aktiva lancar (current assets) dengan passiva lancar (current liabilities).

Contoh: Current Assets: 405,800 juta.
dikurangi: Current liabilities: (176.000 juta)
Modal kerja = 229.800 juta.

Bagi investor yang konservatif menginginkan modal kerja yang besar. Kemampuan perusahaan untuk membayar hutang, memperluas usaha, dan menangkap peluang yang muncul, sangat ditentukan oleh working capital ini. Naiknya working capital dari tahun ke tahun merupakan tanda sehatnya perusahaan ini.

Hal lain yang anda perlu lihat dalam laporan keuangan adalah Current Ratio. Mengetahui jumlah working capital saja tidak cukup. Analis menggunakan current ratio untuk menghitung likuid tidaknya perusahaan itu. Cara yang paling mudah adalah membandingkan antara current assets dengan current liabilities.

Current ratio 2:1 sudah dipandang memadai oleh para investor. Artinya adalah untuk setiap rupiah hutang, sudah 'tercover' oleh 2 rupiah current assets. Cara menghitung current ratio cukup dengan membandingkan antara current assets dengan current liabilities:

Current assets: 405.800 juta, Current liabilities: 176.000 juta. Maka current ratio adalah 405.800 / 176.000 = 2.31.

Artinya untuk setiap rupiah hutang sudah 'dibackup' oleh aset sebesar 2.31 rupiah.

Ketika anda melihat current ratio sebaiknya anda membandingkan current ratio itu dalam industri itu sendiri. Contoh, misalnya bagi perusahaan property, current ratio 0,7 dipandang sebagai wajar, sebaliknya jika current ratio itu diterapkan dalam industri bank, maka dipandang sebagai kurang likuid.

Informasi Training

 

 

Best Practices of Cost Reduction and Cost Control

Strategic Planning for Non Profit 

Pelatihan Pajak Penghasilan Pegawai 

How to Read and Understand Financial Statements

Financial Statement Fraud: Prevention and Detection

Finance and Acconting for Non-Financial Managers

 

 

Pelatihan Why People Buy: Discover the Science of Buying 

Pelatihan Selling with Emotional Intelligence

Pelatihan Exceptional Service – Exceptional Profit

Pelatihan Marketing Metrics

Pelatihan the Secrets for Selling to the Subconscious Mind

Pelatihan Customer Service Skills

Pelatihan How to Deliver Exceptional Service

Pelatihan Professional Secretary Basic

Pelatihan Professional Secretary Advanced

 

 

Pelatihan Crisis Management

Pelatihan Managing Emotions Under Pressure

Pelatihan The Ultimate Supervisor 

Pelatihan Charismatic Leadership

Pelatihan The Science of Influence

Pelatihan Effective Decision Making

Pelatihan Appreciative Leadership

Pelatihan The First 90 Days

Pelatihan The Art of Leadership

Pelatihan Assertive Leadership Skills

Pelatihan Executive Coaching yang Efektif dan Sukses

Pelatihan How to Lead a Team

Pelatihan Transformational Leadership

Pelatihan Leadership Coaching

Pelatihan Making the Transition from Staff to Supervisor

 

Pelatihan Basic Leadership Skills

Advanced Leadership Skill

 

 

 

Pelatihan Difficult Conversation

Pelatihan Communication Skills

Pelatihan Body Language: How to Speed-Reading People

 

 

Pelatihan How to Communicate with Tact and Professionalism

 

 

 

 

Appreciative Inquiry for Change Management 

Strategic Human Resource Management 

Competency based Human Resource Management 

Pelatihan EQ Interview

Pelatihan How to Bargain & Negotiate 

Pelatihan Best Practices for Personnel/HR Assistant

How to deal with unacceptable behavior

Effective Succession Planning

Pelatihan Contract Drafting and Negotiation Skills

 

 

Managing Your Boss

Pelatihan Getting Things Done

Pelatihan Kiat dan Strategi Persiapan Pensiun

Pelatihan DNA of Success

Pelatihan How to Get Ideas

Pengendalian Kinerja Berbasis Malcolm Baldridge Criteria

Bagian laporan keuangan yang harus anda perhatikan adalah Debt to Equity Ratio yaitu indikator yang menunjukkan apakah perusahaan itu memiliki hutang yang berlebihan. Misalnya total hutang (total liabilities) adalah 322.000 dan total modal (total shareholders equity) adalah 346.000, maka debt to equity ratio adalah 0,93.

Artinya adalah perusahaan itu menggunakan hutang sebesar 0.93 rupiah dari satu rupiah modal perusahaan itu. Bagi industri manufaktur pada umumnya mereka ingin menjadi agar hutang masih dibawah perbandingan 1:1 terhadap modal.

Untuk perusahaan jasa, utilities, dan perusahaan jasa keuangan pada umumnya memiliki debt to equity ratio yang tinggi.

Setelah anda membaca neraca dari laporan keuangan, anda perlu melihat laporan rugi laba (income statement). Contoh untuk tahun 2003 perusahaan melaporkan adanya operating income sebesar 105.196 juta, sedangkan net sales-nya sebesar 765,050 juta.

Jika net sales kita bagi dengan operating income didapat operating margin sebesar 13,8%. Apa makna angka ini?

Kita lihat pada tahun 2002 di mana operating income: 73,500 dan net sales: 725.000, yang berarti operating margin-nya adalah: 10,1%.

Ketika kita lihat operating margin bergerak dari 10,1 di tahun 2002 menjadi 13,8% di tahun 2003, ini menunjukkan bahwa bisnis ini tumbuh. Tidak saja tumbuh, bisnis itu makin menguntungkan.

Hanya dengan melihat sebagian rasio yang kita dapat dari laporan keuangan, ternyata kita sudah dapat menarik kesimpulan yang cukup banyak.

Jadi ketika ada orang menawari investasi, jangan lupa minta laporan keuangan (financial report), kemudian hitung rasio-rasio seperti diungkapkan dalam artikel ini. Dengan melakukan perhitungan sederhana, anda akan bisa lebih waspada, sekaligus bisa yakin apakah bisnis yang ditawarkan akan tumbuh atau malah sedang mengalami kemunduran.

Selamat menganalisis

Salam

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Silakan copy artikel-artikel dalam web ini. Yang kami inginkan hanyalah anda memberi credit pada website ini dengan menyebutkan asal artikel dan penulisnya...