Pengantar (Bag 16): Komponen Perilaku Kepemimpinan Transformasional

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpinunggul.com )

Bass dan Avolio (1994) menemukan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki empat komponen perilaku, yaitu: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. Butir 1 hingga 4 berikut adalah penjelasan ringkas dari komponen-komponen itu. Anda akan menemukan bahasan panjang lebar pada pembahasan-pembahasan selanjutnya. Empat komponen perilaku pemimpin transformasional adalah:

  1. Idealized Influence, adalah perilaku seorang pemimpin transformasional yang memiliki keyakinan diri yang kuat. Ia selalu hadir di saat-saat sulit, ia pun memegang teguh nilai-nilai yang ia junjung tinggi. Komitmen yang tinggi selalu mengiringi langkah pemimpin ini. Ia menumbuhkan kebanggaan pada pengikutnya. Ia seorang yang bervisi jelas, dan langkah-langkahnya selalu mempunyai tujuan yang pasti. Di atas segalanya, ia adalah orang yang tekun.
  2. Individualized Consideration, adalah perilaku pemimpin transformasional, di mana ia merenung, berpikir, dan selalu mengidentifikasi kebutuhan para karyawannya. Ia berusaha sekuat tenaga mengenali kemampuan karyawan. Dibangkitkannya semangat belajar pada para karyawannya, tidak itu saja, ia juga memberi kesempatan belajar seluas-luasnya. Ia malahan menjadi pelatih mereka, dan ia selalu mendengar karyawannya dengan penuh perhatian. Ia sadar bahwa ia tidak bisa sendiri, maka ia adalah orang yang berani mendelegasikan wewenangnya. Baginya, karyawan yang diberdayakan adalah kunci kesuksesan sebuah karya.

Informasi Training

 

 

Best Practices of Cost Reduction and Cost Control

Strategic Planning for Non Profit 

Pelatihan Pajak Penghasilan Pegawai 

How to Read and Understand Financial Statements

Financial Statement Fraud: Prevention and Detection

Finance and Acconting for Non-Financial Managers

 

 

Pelatihan Why People Buy: Discover the Science of Buying 

Pelatihan Selling with Emotional Intelligence

Pelatihan Exceptional Service – Exceptional Profit

Pelatihan Marketing Metrics

Pelatihan the Secrets for Selling to the Subconscious Mind

Pelatihan Customer Service Skills

Pelatihan How to Deliver Exceptional Service

Pelatihan Professional Secretary Basic

Pelatihan Professional Secretary Advanced

 

 

Pelatihan Crisis Management

Pelatihan Managing Emotions Under Pressure

Pelatihan The Ultimate Supervisor 

Pelatihan Charismatic Leadership

Pelatihan The Science of Influence

Pelatihan Effective Decision Making

Pelatihan Appreciative Leadership

Pelatihan The First 90 Days

Pelatihan The Art of Leadership

Pelatihan Assertive Leadership Skills

Pelatihan Executive Coaching yang Efektif dan Sukses

Pelatihan How to Lead a Team

Pelatihan Transformational Leadership

Pelatihan Leadership Coaching

Pelatihan Making the Transition from Staff to Supervisor

 

Pelatihan Basic Leadership Skills

Advanced Leadership Skill

 

 

 

Pelatihan Difficult Conversation

Pelatihan Communication Skills

Pelatihan Body Language: How to Speed-Reading People

 

 

Pelatihan How to Communicate with Tact and Professionalism

 

 

 

 

Appreciative Inquiry for Change Management 

Strategic Human Resource Management 

Competency based Human Resource Management 

Pelatihan EQ Interview

Pelatihan How to Bargain & Negotiate 

Pelatihan Best Practices for Personnel/HR Assistant

How to deal with unacceptable behavior

Effective Succession Planning

Pelatihan Contract Drafting and Negotiation Skills

 

 

Managing Your Boss

Pelatihan Getting Things Done

Pelatihan Kiat dan Strategi Persiapan Pensiun

Pelatihan DNA of Success

Pelatihan How to Get Ideas

Pengendalian Kinerja Berbasis Malcolm Baldridge Criteria

  1. Inspirational Motivation, adalah upaya pemimpin transformasional dalam memberikan inspirasi para pengikutnya agar mencapai kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbayangkan. Ditantangnya karyawan mencapai standar yang tinggi. Ia mengajak karyawan untuk memandang ancaman dan masalah sebagai kesempatan belajar dan berprestasi. Oleh karenanya, ia menciptakan budaya untuk berani salah, karena kesalahan itu adalah awal dari pengalaman belajar segala sesuatu. Baginya, kata adalah senjata utamanya. Dengan kata pula ia bangkitkan semangat karyawan. Ia gunakan simbol-simbol dan metafora untuk memotivasi mereka. Pemimpin ini jika bicara selalu antusias, ia seorang yang optimis. Diajaknya para karyawan menemukan makna mendalam dalam bekerja. Agar karyawan mau mengikutinya secara suka rela, ia menempatkan dirinya sebagai tauladan bagi para pengikutnya tersebut.
  2. Intellectual Stimulation, adalah senjata pemimpin transformasional dalam mengajak karyawan melihat perspektif baru. Imajinasi, dipadu dengan intuisi namun dikawal oleh logika dimanfaatkan oleh pemimpin ini dalam mengajak karyawan berkreasi. Ia seorang yang risau dengan status quo, maka ia tanyakan mengapa organisasi harus tetap dalam keadaan status quo itu. Ia ajak karyawan untuk berani menentang tradisi uang, dan  ia ajak pula karyawan untuk bertanya tentang asumsi lama. Ia menyadari bahwa sering kali kepercayaan tertentu telah menghambat pola berpikir, oleh karenanya, ia ajak karyawannya untuk mempertanyakan, meneliti, mengkaji dan jika perlu mengganti kepercayaan itu.

Mengetahui uraian seringkas itu tentang kepemimpinan transformasional jelas tidak banyak memberi manfaat. Marilah kita bedah lebih lanjut perilaku-perilaku tersebut.

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Silakan copy artikel-artikel dalam web ini. Yang kami inginkan hanyalah anda memberi credit pada website ini dengan menyebutkan asal artikel dan penulisnya...