Mengapa Analisis Jabatan demikian Penting?

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpinunggul.com )

Job analysis atau analisa jabatan sering dianggap sebagai pondasi dasar dari sebuah sistem sumber daya manusia dalam organisasi. Restrukturisasi, inisiatif perbaikan kualitas, perencanaan sumber daya manusia, desain jabatan, pelatihan, pengembangan karir, sistem penilaian prestasi kerja, itu semua mendasarkan diri pada hasil dari analisa jabatan.

Definisi job analysis: Analisis jabatan adalah proses mendapatkan atau mengumpulkan informasi sebuah jabatan.

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam analisis jabatan. Pertama tentukan lebih dulu tugas-tugas pokok yang harus ada dalam jabatan itu, termasuk didalamnya perilaku dan aktivitas yang melekat pada jabatan itu.

Kedua, mengidentifikasi knowledge, abilities, skills, dan other characteristics (KASOCs) yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas itu. Knowledge berarti seperangkat informasi yang ada di dalam prosedur yang harus diterapkan dalam pekerjaan itu.

Abilities berarti kompetensi untuk menghasilkan hasil yang bisa diamati. Misalnya kemampuan seorang pengetik yang baik adalah menghasilkan ketikan yang rapi dan tidak banyak salahnya.

Skill berarti kompetensi untuk melakukan tindakan yang bisa dipelajari, baik yang sifatnya motorik, verbal, manual, atau melakukan pengolahan mental yang menyangkut data, orang atau barang.

Other characteristics meliputi faktor kepribadian, sikap, atau watak yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Laporan analisa jabatan untuk seorang perwira patroli jalan raya mungkin berupa pengetahuan hukum, komunikasi lisan yang baik, kemampuan menyopir yang trampil, dan keterandalan untuk melaksanakan tugasnya dengan cukup baik.

Informasi Training

 

 

Best Practices of Cost Reduction and Cost Control

Strategic Planning for Non Profit 

Pelatihan Pajak Penghasilan Pegawai 

How to Read and Understand Financial Statements

Financial Statement Fraud: Prevention and Detection

Finance and Acconting for Non-Financial Managers

 

 

Pelatihan Why People Buy: Discover the Science of Buying 

Pelatihan Selling with Emotional Intelligence

Pelatihan Exceptional Service – Exceptional Profit

Pelatihan Marketing Metrics

Pelatihan the Secrets for Selling to the Subconscious Mind

Pelatihan Customer Service Skills

Pelatihan How to Deliver Exceptional Service

Pelatihan Professional Secretary Basic

Pelatihan Professional Secretary Advanced

 

 

Pelatihan Crisis Management

Pelatihan Managing Emotions Under Pressure

Pelatihan The Ultimate Supervisor 

Pelatihan Charismatic Leadership

Pelatihan The Science of Influence

Pelatihan Effective Decision Making

Pelatihan Appreciative Leadership

Pelatihan The First 90 Days

Pelatihan The Art of Leadership

Pelatihan Assertive Leadership Skills

Pelatihan Executive Coaching yang Efektif dan Sukses

Pelatihan How to Lead a Team

Pelatihan Transformational Leadership

Pelatihan Leadership Coaching

Pelatihan Making the Transition from Staff to Supervisor

 

Pelatihan Basic Leadership Skills

Advanced Leadership Skill

 

 

 

Pelatihan Difficult Conversation

Pelatihan Communication Skills

Pelatihan Body Language: How to Speed-Reading People

 

 

Pelatihan How to Communicate with Tact and Professionalism

 

 

 

 

Appreciative Inquiry for Change Management 

Strategic Human Resource Management 

Competency based Human Resource Management 

Pelatihan EQ Interview

Pelatihan How to Bargain & Negotiate 

Pelatihan Best Practices for Personnel/HR Assistant

How to deal with unacceptable behavior

Effective Succession Planning

Pelatihan Contract Drafting and Negotiation Skills

 

 

Managing Your Boss

Pelatihan Getting Things Done

Pelatihan Kiat dan Strategi Persiapan Pensiun

Pelatihan DNA of Success

Pelatihan How to Get Ideas

Pengendalian Kinerja Berbasis Malcolm Baldridge Criteria

Tujuan Job Analysis

Walau banyak kritikan, analisa jabatan telah digunakan di berbagai organisasi baik besar maupun kecil.

Pada bisnis kecil, analisis jabatan dilakukan secara informal dan tidak terstruktur. Pada perusahaan besar, untuk mampu menganalisis jabatan harus diperlukan satu pelatihan khusus. Ini sangat mudah dipahami karena kompleksnya dan bermacam-macamnya tipe pekerjaan yang ada di organisasi besar itu.

Job analisis juga digunakan sebagai dasar perekrutan dan juga untuk penunjukan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu.

Ringkasnya analisis jabatan digunakan untuk penyusunan:

1) deskripsi jabatan (job description)
2) Klasifikasi jabatan (job classification)
3) Evaluasi jabatan (job evaluation)
4) Desain jabatan (job design)
5) Personnel requirements
6) Penilaian prestasi kerja (performance appraisal)
7) Pelatihan karyawan (worker training)
8) Perencanaan Sumber Daya Manusia (HR Planning)

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Silakan copy artikel-artikel dalam web ini. Yang kami inginkan hanyalah anda memberi credit pada website ini dengan menyebutkan asal artikel dan penulisnya...